Penyambutan Mahasiswa Baru PGMI dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Kerja HMPS PGMI

Dalam rangka menyambut kehadiran mahasiswa/i baru tahun akademik 2019/2020 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) melakukan penyambutan sekaligus Sosialisasi Program Kerja HMPS PGMI FTIK IAIN Palopo pada hari Selasa (03/09/2019) di gedung S lantai 2. Adapun yang turut hadir pada kegiatan ini adalah Dekan FTIK IAIN Palopo, Dr. Nurdin K., M.Pd., Sekretaris Prodi PGMI, Mirnawati., S.Pd., M.Pd., serta dihadiri oleh beberapa dosen PGMI.

Sekretaris Prodi PGMI, Mirnawati., S.Pd., M.Pd., selaku pembawa acara mengucapkan selamat bergabung di keluarga besar Prodi PGMI kepada para mahasiswa/i baru dan menjelaskan mengenai profil Dekan FTIK serta hal-hal yang dapat diambil sebagai contoh panutan yang baik.

Dekan FTIK IAIN Palopo, Dr. Nurdin K., M.Pd., dalam sambutannya memberikan penjelasan terkait dengan uang kuliah tunggal (UKT). Tuturnya, dengan adanya UKT, akan membuat rasa keadilan untuk semua mahasiswa. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa besaran biaya UKT didasarkan oleh pertimbangan terkait status orangtua; kartu identitas mahasiswa; pekerjaan dan pendapatan orangtua; kondisi dan
daya listrik rumah mahasiwa; serta jumlah tanggungan orangtua dalam kartu keluarga, sehingga banyak hal yang menjadi indikator dalam penentuan UKT bagi para mahasiswa.

Terkait penentuan besaran UKT, Dekan FTIK menyampaikan bahwa hal tersebut berdasarkan data yang dimasukkan oleh mahasiswa/i sehingga menjadi penentu UKT mahasiswa/i itu sendiri. Jadi, jika ada kekeliruan dalam penentuan UKT bagi setiap mahasiwa, maka bisa disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri yang salah menginput datanya ataupun tidak memberikan bukti yang akurat.

Beliau juga menyampaikan bahwa jika ada persoalan yang ditemukan oleh mahasiswa/i agar menyampaikan langsung kepada prodi terlebih dahulu. Jika tidak bisa diselesaikan ditingkat Prodi, maka bisa dibahas lebih lanjut pada tingkat fakultas maupun rektorat. Jika mahasiswa memang punya niatan baik, seharusnya tidak ada aksi demonstrasi karena Institut telah menyiapkan fasilitas pengaduan, sehingga semua persolan dapat didiskusikan pada tiap tingkatan pimpinan.

Berdasarkan hal tersebut, sistem UKT diharapkan sangat membantu para mahasiswa/i dalam pembiayaan selama perkuliahan berlangsung. selain itu, tidak ada lagi pembiayaan-pembiayaan yang lain karena telah terintegrasi dalam UKT.

Kemudian dilanjutkan oleh Pembina HMPS PGMI, Ahmad Munnawir., M.Pd., yang melanjutkan penjelasan dari Dekan FTIK IAIN Palopo terkait proses penyelesaian pengaduan uang kuliah tunggal (UKT). Tuturnya, jika ada yang merasa UKTnya tidak sesuai, maka silahkan melakukan banding ke Kaprodi pada semester selanjutnya. Jika banding mahasiswa diterima, maka uang UKT akan dikembalikan dengan cara dialihkan pembayarannya kesemester selanjutnya.

Terkait aksi demonstrasi, lebih lanjut dijelaskan bahwa terkadang diperlukan jika kita telah menempuh berbagai cara namun tidak direspon dengan baik. Tuturnya “demonstrasi merupakan pilihan terkahir; bukan pilihan pertama dalam menyelesaikan suatu masalah bagi orang-orang yang terpelajar.” Setelah itu, beliau menjelaskan tentang rencana program kerja HMPS yaitu Inagurasi dan Festival Permainan Tradisional sebagai acara silaturahmi antara dosen dan mahasiswa serta ajang menjalin kekompakan bagi para mahasiswa baru dan senior.

Pada akhir kegiatan Sekretaris Prodi PGMI, Mirnawati S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai pembawa acara menyampaikan bahwa Dekan FTIK merupakan salah satu panutannya serta menyimpulkan bahwa UKT itu tidak memberatkan mahasiswa namun membantu mahasiswa/i itu sendiri.

@Divisi Humas HMPS PGMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *